Keselamatan Dalam Pelayaran

By fahrian 17 Jul 2018, 09:15:59 WIB Hukum
Keselamatan Dalam Pelayaran

Oleh : Ici Nor Alpiyani

Bangsa Indonesia memiliki laut yang sangat luas dan merupakan Negara dengan pertemuan dua benua (benua asia dan Australia) dan dua samudra (samudra pasifik dan hindia). Hal ini menyebabkan lalu lintas pelayaran kapal antara kedua benua harus melewati perairan. Bangsa Indonesia memegang peranan penting dalam lalulintas pelayaran tersebut. Untuk mencegah agar tidak terjadi kesalahan dalam pelayaran pemerintah telah membuat undang-undang yang membahas tentang pelayaran di Indonesia. Indonesia memiliki banyak kepulauan dengan wilayah perairan yang cukup besar sehingga dipergunakan sebagai sarana transportasi dan logistik perusahaan ekspor impor dengan tujuan meningkatan perekonomian indonesia.

Dikutip dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran pada pasal (1) Pelayaran adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas  angkutan  di  perairan,  kepelabuhanan,  keselamatan  dan  keamanan, serta perlindungan lingkungan maritim.  Perairan     Indonesia     adalah  laut  teritorial  Indonesia  beserta perairan kepulauan dan perairan pedalamannya. Angkutan   di   Perairan   adalah   kegiatan   mengangkut  dan/atau  memindahkan  penumpang  dan/atau  barang  dengan menggunakan kapal. UU No. 17 Tahun 2008 tersebut  memiliki tujuan memperlancar arus perpindahan barang maupun penumpang melalui perairan dengan mengawasi dan melindungi angkutan di perairan yang dapat memperlancar kegiatan perekonomian nasional.

Keselamatan dan keamanan merupakan hal yang utama dalam transportasi, bukan hanya lingkup nasional, juga termasuk internasional. Dalam upaya tersebut, di bidang kelautan Pemerintah terus meningkatkan pembangunan kenavigasian perkapalan, dan transportasi laut. Laut tidak hanya sebagai sebatas sumber daya alam namun juga sebagai sarana komunikasi yang dapat diartikan bahwa pemanfaatan laut untuk kepentingan lalu­lintas pelayaran antar pulau, antar negara maupun antar benua, baik untuk angkutan penumpang maupun barang, maka perlu dijamin keamanan dan keselamatan pelayarannya lokal maupun internasional.

Keselamatan Pelayaran adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dan keamanan yang menyangkut angkutan di perairan dan kepelabuhanan. Kekuatan kapal Yang beroperasi, selalu ada aturan yang harus dipatuhi, dan di dalam semua proses pelaksanaannya selalu ada badan independen yang menjadi pengawasnya. Pada saat kapal dirancang kemudian pemilihan bahan, dan selama proses pembangunannya, selain pemilik kapal, pihak galangan kapal, dan pihak pemerintah selaku administrator ada pihak Klasifikasi dalam hal ini di Indonesia oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Penyebab kecelakaan pelayaran yang sering terjadi karena Kedaruratan pelayaran dan penanganannya. Berikut faktor- faktor yang dapat menimbulkan kecelakaan pada kapal :

  1. Faktor manusia merupakan faktor yang paling besar yang antara lain meliputi:
  1. Kecerobohan di dalam menjalankan kapal,
  2. kekurang mampuan awak kapal dalam menguasai berbagai permasalahan yang mungkin timbul dalam operasional kapal,
  3. secara sadar memuat kapal secara berlebihan
  1. Faktor teknis

Faktor teknis biasanya terkait dengan kekurang cermatan di dalam desain kapal, penelantaran perawatan kapal sehingga mengakibatkan kerusakan kapal atau bagian-bagian kapal yang menyebabkan kapal mengalami kecelakaan, terbakarnya kapal seperti yang dialami Kapal Tampomas diperairan Masalembo, Kapal Livina.

3. Faktor alam

Faktur cuaca buruk merupakan permasalahan yang seringkali dianggap sebagai penyebab utama dalam kecelakaan laut. Permasalahan yang biasanya dialami adalah badai, gelombang yang tinggi yang dipengaruhi oleh musim/badai, arus yang besar, kabut yang mengakibatkan jarak pandang yang terbatas.

Perangkat keselamatan kapal, Perangkat keselamatan yang yang digunakan dalam evakuasi kapal dalam hal terjadi kebakaran ataupun kapal tenggelam berupa: Baju pelampung, Perahu sekoci, Rakit penolong. Begitupun dengan Perangkat komunikasi, Perangkat yang penting dalam komunikasi adalah sistem komunikasi yang meliputi: Radio komunikasi antar kapal, kapal dengan pelabuhan, kapal dengan radio pantai, Telepon satelit. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan kecelakaan kapal: Bocor,Hanyut,Kandas,Kerusakan Konstruksi,Kerusakan Mesin,Meledak,Menabrak Dermaga,Menabrak Tiang Jembatan,Miring,Orang Jatuh ke Laut,Tenggelam,Terbakar,Terbalik,Tubrukan.

 

Belakangan ini banyak kejadian kecelakaan dalam pelayaran. Baru- baru ini kita pasti tahu mengenai tenggelam nya kapal motor (KM) Sinar Bangun tenggelam di Perairan Danau Toba, Sumut, pada Senin (18/6/2018) sore.  Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone dari Basarnas, kronologi kecelakaan KM Sinar Bangun bermula saat kapal itu berlayar dari Dermaga Tiga Ras menuju Simanindo, pada pukul 16.00 WIB. Saat melakukan perjalanan terjadi tabrakan dengan kapal kayu yang tengah berlayar. Petugas pun melaporkan ke Kapos Perhubungan Danau Toba dan melakukan Koordinasi SAR Danau Toba. Dan Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju mengalami insiden tragis yang berakibat adanya korban jiwa, Selasa (3/7/2018) siang. Kapal yang mengangkut ratusan penumpang ini karam. Korban tewas akibat tenggelamnya KM Lestari Maju di antara Pulau Pasi dan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018) siang, jumlah korban yang tewas sebanyak 25 orang.

Tentunya peristiwa ini menjadi sorotan penting yang perlu diperhatikan pemerintah mengingat bahwa kecelakaan kapal merupakan insiden yang dapat mencoreng nama indonesia di mata dunia. Hal tersebut menjadi evaluasi seluruh instansi terkait yang berhubungan dengan kelayakan Armada kapal yang dioperasikan. Untuk lembaga yang menangani hal yang berkaitan dengan kecelakaan di laut yaitu pada Kementerian perhubungan khususnya perhubungan laut perlu segera mengambil tindakan serta mengeluarkan kebijakan strategis untuk dapat menanggulangi permasalahan kecelakaan kapal. Dalam hal ini kemenhub merupakan ujung tombak untuk dapat menekan angka kecelakaan kapal.

Dengan peristiwa yang banyak kita jumpai belakangan ini dapat di perhatikan untuk keselamatan pelayaran sebagai berikut :

  1. Kapasitas dan jumlah penumpang adalah awal keselamatan pelayaran,
    kapasitas jumlah penumpang harus dapat diperhatikan oleh para petugas, karena kapasitas penumpang mempengaruhi keseimbangan kapal saat berlayar. Hal ini juga dapat mencegah terjadi nya lonjakan penumpang di dalam kapal.
  2. Pelampung adalah kunci keselamatan penumpang,  Jika terjadi sebuah kecelakaan maka para penumpang dituntut untuk memakai pelampung yang telah disediakan.
  3. Perilaku penumpang mempengaruhi kapal, Ketika kapal berlayar semuanya akan dipengaruhi oleh perilaku penumpang. Karena perilaku penumpang yang tenang dan tidak terlalu mengganggu akan sangat berpengaruh dalam kenyamanan pelayaran.
  4. Keamaana pada fisik kapal, Keamanan fisik kapal perlu diperhatikan jika ingin melakukan pelayaran, mencek kondisi kapal sebelum berlayar dan mencek pengaman sudah lemgkap jika hal- hal yang tidak diinginkan terjadi.

Keselamatan tergantung kepada semua pengguana kapal, agar keselamatan terjamin, sebaiknya memeriksa kembali kondisi fisik kapal yang akan dioperasikan, kapasitas penumpang juga perlu diperhatikan agar tidak over penumpang, kondisi cuaca juga sangat penting untuk diperhatikan karena kondisi cuaca yang ekstrem dapat membahayakan kapal yang sedang berlayar.




Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar


Jejak Pendapat

Bagaimana menurut anda Informasi yang disajikan di website ini?
  Sangat Menarik
  Menarik
  Kurang Menarik
  Biasa saja

Komentar Terakhir

  • tuning

    sangat membantu saya untuk memperdalam pemahaman tentang pembagian kewenangan pemerintah,,, ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video