Melawan Para Haters di Media Sosial

By fahrian 23 Agu 2018, 15:19:53 WIB Hukum
Melawan Para Haters di Media Sosial

oleh : Ici Nor Alpiyani

Fenomena membully di media sosial maupun dalam kehidupan nyata kian marak terjadi. Orang-orang bebas mencetuskan hinaan, ejekan, caci-maki, bahkan fitnah melalui berbagai media terutama media sosial. Para pembenci atau “haters” sangat kreatif mengungkapkan kebenciannya terhadap orang atau objek yang dibencinya. Bahkan sering terjadi saling serang antar dua kubu yang berseberangan, menjadi debat kusir tak berkesudahan.

Haters adalah orang yang mempunyai rasa tidak suka yang kuat atau permusuhan terhadap orang lain serta sama sekali tidak sopan terhadap orang yang dibencinya. Istilah haters ini ditunjukan pada orang atau sekelompok orang yang fokus mengkritik orang atau kelompok tertentu yang kebanyakan adalah public figure dalam memberikan kritik orang- orang ini terkesan membenci dan menggunakan kata- kata kasar yang cukup memprovokasi. Kritik yang diberikan juga tidak bersifat membangun sehingga objek yang dibenci dapat memperbaiki diri. Kritiknya kebanyakan berisi cacian dan hinaan untuk melampiaskan emosi mereka.  

Kadang pusing juga ketika kita mencoba untuk mengikuti perkembangan selebritis tanah air, tapi lebih sering dipenuhi oleh berita miring. Sebagai orang awam yang tidak tahu apa-apa, jelas ini cukup membingungkan. Tapi ketika kita coba untuk melihat berita itu dari sisi lain, ada yang menarik; bagaimana para penggemar dan pembencinya menanggapi masalah idola mereka. Fans dan haters inilah yang selalu lekat dengan masalah para artis. Ketika seorang artis tersandung masalah, dukungan akan datang padanya dari para fans. Sementara, para haters akan terus menjatuhkan dan menghujani si artis dengan berbagai komentar pedas.

Para haters biasanya selalu tahu tentang seluk beluk orang yang tidak disukainya mulai dari kebisaan baik pun bias dijadikan mereka sebagai kebiasaan buruk orang tesebut. Sekarang ini banyak kasus pencemaran nama baik melalui media sosial yang tidak aka nada habisnya. Bahkan perilaku para heters bias membahyakan keselamatan orang yang dibenci nya. Apalagi sekarang sudah banyak fitur aplikasi yang mendukung para heters untuk semakin menjadi. Seperti beberapa kasus haters yang sempat menyinggung Deddy Corbuzier belum lama ini.

Adalah Antho Nugroho, salah seorang penebar kebencian alias haters yang berulah di media sosial Instagram dan bersinggungan dengan host Hitam Putih Deddy Corbuzier. Pada Jumat (5/2) lalu, Antho menebar kata-kata yang menyinggung perasaan Deddy sekaligus co-hostnya Chika Jessica. Tidak hanya menggunakan kata-kata kotor, komentar Antho juga telah dianggap menghina serta membawa unsur SARA.

Melihat kasus tersebut dikutip dari Pasal 27 ayat (3) UU ITE yang berbunyi:

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Adapun ancaman pidana bagi mereka yang memenuhi unsur dalam Pasal 27 ayat (3) adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) [lihat Pasal 45 ayat (1) UU ITE]. Dan unsur SARA yang dimaksud diatas yaitu berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE pasal 28 (1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik. (2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Terkadang, meskipun kita sudah berupaya dengan baik, tetap saja ada orang yang selalu mengganggu kita. Baik itu secara tidak langsung maupun langsung. Melalui sindiran di status media sosial, menyebarkan gosip buruk di lingkungan kerja bahkan secara langsung. Berikut cara menghadapi haters, salah satunya adalah Frame, frame yaitu cara seseorang melihat atau menilai suatu hal. ReFraming adalah metode yang membantu seseorang melihat sebuah keadaan dengan cara berbeda, sehingga bisa menghasilkan respon yang terbaik. Sangat penting untuk tetap berlaku bijak menghadapi haters. Ingat bahwa siapa yang menabur keburukan dia akan menuai keburukan, dan siapa menabur kebaikan dia kelak akan menuai kebaikan pula. Biarkan para hater menikmati kegalauan dan sakit hati mereka sendiri, tugas anda adalah berbuat kebaikan dan melakukan yang terbaik.

Jika haters mulai menganggu hidup kita secara terang-terangan, sebaiknya kita harus mengungkapkan perasaan tidak nyaman kita secara langsung padanya. Ingat, tidak harus pakai emosi. Kita harus bicara dengan menggunakan kepala dingin. Tanyakan hal apa yang membuat Ia membenci kita dan cari solusinya secara bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi. Jaga jarak dengan haters adalah cara yang lumayan ampuh untuk memberikan ruang tenang bagi diri kita sendiri. Jangan terlalu dekat dengan mereka, karena hal itu akan memberikan ruang bagi mereka untuk mencari celah dalam diri kita. Tetap memperlakukan pembenci dengan baik adalah salah satu ciri dari jiwa yang besar. Terkadang haters memang sengaja ingin menyulut api dendam dalam diri kita. Semakin kita marah, semakin mereka senang. Jadi, jika ada yang berlaku jahat atau tidak baik kepada kita, dan kita tetap berlaku sopan padanya.

Haters takkan segan melempar komentar negatif. Tujuannya agar mental kita jatuh. Jauh di dalam hati, pastilah kita merasa kesal dan sakit hati. Ditambah lagi merasa sedih. Jangan tunjukkan itu pada haters. Bila perasaan sedih dan semacamnya ditunjukkan, haters akan makin bersemangat menyudutkan kita. Cukup tersenyum dan bilang terima kasih. Hadapi komentar miring dengan elegan. Stay cool saja. Anggap komentar itu tidak berpengaruh apa-apa. Bila kita menuruti emosi, haters akan punya alasan lebih banyak lagi untuk menjatuhkan kita.

Salah satu tips yang paling penting adalah untuk tetap tenang dan santai saat menghadapi haters. Banyak yang menjadi stres saat menghadapi haters, dan hal tersebut bisa berdampak pada kesehatan mental. Dengan melakukan hal ini, haters juga terkadang akan merasa bosan dan letih sendiri. Tentunya bila haters sudah mulai mengganggu atau menyebarkan berita yang tidak benar, ada juga cara untuk menghadapinya dengan baik. Kita bisa melakukan langkah yang lebih konkret, misalnya pengaduan ke pihak pihak tertentu agar haters kedepannya bisa lebih baik dalam berkomentar dan ada efek jera.

Diam itu emas. Tampaknya peribahasa ini adalah peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan sikap yang perlu kamu lakukan terhadap yang membenci. Ingat, penghina itu tidak lebih baik daripada yang dihina. (INA)




Tulis Komentar di Facebook

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar


Jejak Pendapat

Bagaimana menurut anda Informasi yang disajikan di website ini?
  Sangat Menarik
  Menarik
  Kurang Menarik
  Biasa saja

Komentar Terakhir

  • tuning

    sangat membantu saya untuk memperdalam pemahaman tentang pembagian kewenangan pemerintah,,, ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video